Biografi
dan Pemikiran Wilhem Wundt /
yang dikenal dengan bapak sikologi. Wundt dilahirkan di Neckarau, Baden
(sekarang bagian dari Mannheim) pada 16 Agustus 1832, anak keempat dari
orangtua Maximilian Wundt (seorang pendeta Lutheran), dan istrinya Marie
Frederike, née Arnold (1797–1868). Kakek bapak Wundt adalah Friedrich Peter
Wundt (1742–1805), Profesor Geografi dan pendeta di Wieblingen. Ketika Wundt
berusia sekitar empat tahun, keluarganya pindah ke Heidelsheim, kemudian sebuah
kota kecil abad pertengahan di Baden-Württemberg.
Wundt belajar dari 1851 hingga 1856 di Universitas
Tübingen, di Universitas Heidelberg, dan di Universitas Berlin. Setelah lulus
sebagai dokter kedokteran dari Heidelberg (1856),
Pemikiran
Wilhelm Wundt tentang teori psikologi
·
Aliran
Strukturalisme
Aliran
strukturalisme merupakan studi analisis tentang generalisasi pikiran manusia
dewasa melalui metode introspeksi. Dalam hal ini psikologi dimaksudkan untuk
mempelajari isi (konten) pikiran, sehingga system ini juga disebut dengan
psikologi konten. Aliran strukturalisme ini berasal dari pemikiran Wilhem Wundt
yang kemudian di Amerika dikembangkan oleh muridnya yang bernama Edward
Bradford Tichnerner.
Psikologi
strukturalisme dari Wundt dan Edward memiliki 3 tujuan yaitu:
1. Menggambarkan komponen-komponen kesadaran sebagai
elemen-elemen dasar.
2. Menggambarkan kombinasi kesadaran sebagai
elemen-elemen dasar tersebut.
3. Menjelaskan hubungan elemen-elemen kesadaran dengan
system saraf.
Strukturalisme
pertamakali diperkenalkan oleh Wundt setelah ia melakukan eksperimennya di
laboratorium. Menurt aliran Strukturalisme, pengalaman mental yang kompleks
sebenarnya adalah struktur yang terdiri atas keadaan-keadaan mental yang sederhana.
Orientasi aliran ini adalah menyelidiki struktur kesadaran dan mengembangkan
hokum-hukum pembentukannya.
·
Aliran Fungsionalisme
Aliran
ini mempelajari fungsi dan proses mental, bukan hanya mempelajari strukturnya
saja. Untuk mempelajari fungsi dan tingkah laku ini, kaum fungsionalis
mengembangkan metode eksperimen selain dari metode introspeksi yang seringkali
digunakan merkipun mendapat banyak kritik. Metode yang dipakai oleh aliran
fungsionalisme ini dikenal dengan nama metode observasi tingkah laku yang
terdiri dar dua bagian yaitu metode fisiologi dan metode variasi kondisi.
Pelopor
aliran Fungsionalisme ini bernama William James, yang sering disebut sebagai
“Bapak Psikologi Amerika” dan aliran ini lahir di Amerika Serikat. Selain
William James ada juga tokoh fungsionalisme yang lain yaitu James Rownland,
Angel dan John Dewey. Menurut pandangan mereka pikiran, proses mental, persepsi
indrawi, dan emosi adalah sebuah adaptasi organisme biologis. Aliran ini lebih
menekankan pada fungsi-fungsi dan bukan hanya fakta-fakta dari fenomena mental,
atau berusaha menafsirkan fenomena mental dalam kaitannya dengan peran yang
dimainkannya dalam kehidupan. Hal itu bertujuan untuk mempelajari bagaimana
pikiran bekerja, sehingga organisme dapat beradaptasi dengan lingkungannya.
Aliran ini sangat mengutamakan penyelidikan tentang
struktur kejiwaan manusia dan ia mendapati bahwa jiwa manusia terdiri dari
berbagai elemen seperti: penginderaan, perasaan, ingatan, dan sebagainya.
Masing-masing elemen itu dikaitkan satu dengan yang lain oleh asosiasi. Oleh
karena itu aliran Wundt dinamakan elementisme, strukturalisme, dan juga
asosiasionisme.
Wundt mengembangkan perspektif strukturalisme dengan
menggunakan metode instrospeksi sebagai sarana psikologisnya. Wundt memperdengarkan
suara-suara tertentu kepada subyek di dalam laboratorium dan kemudian subyek
melakukan instrospeksi diri. Introspeksi yang berarti mengamati perasaan
sendiri, digunakan dalam eksperimen-eksperimen di laboratorium wundt untuk
mengetahui ada atau tidaknya perasaan-perasaan tertentu dalam diri orang yang
diperiksa. Jadi orang yang diperiksa dapat mengetahui perasaan-perasaan apa
yang dapat ditimbulkan dengan eksperimen-eksperimennya. Oleh karena itu banyak
yang menujuluki wundt sebagai Psikologi intropeksi.
Wundt juga menemukan suatu proses mental di mana
informasi pengalaman baru yang masuk ke otak akan diasimilasikan dan diubah
sesuai dengan pengalaman lama yang telah ada di dalam otak, yang dinamakan
apersepsi. Orang berbeda bisa saja mengapersepsikan suatu kejadian secara
berbeda, tergantung dengan pengalaman masa lalunya.
Wundt membuat karya tulis yang menjadi salah satu yang
paling penting dalam sejarah psikologi yang berjudul “Principles of
Physiological Psychology” di tahun 1874. Karya tersebut menggunakan sistem
dalam psikologi yang berpaya menyelidiki pengalaman langsung dari kesadaran,
termasuk perasaan, emosi, gagasan, terutama dijelajahi melalui intropeksi. Pada
tahun 1879 Wundt mendirikan laboratorium formal pertama untuk riset psikologi di
Universitas Leipzieg, dan menjual riset sikologi pertama ada tahun 1881.
Hasil eksperimen tentang ingatan akan simple ideas
menghasilkan jumlah ide sederhana yang dapat disimpan dalam ingatan manusia
(mind), fakta bahwa ide yang bermakna akan lebih diingat daripada muncul secara
random, serta karateristik dari kesadaran manusia yang bersifat selektif.
Konsep penting yang muncul adalah apresiasi. Suatu bentuk operasi mental yang
mensintesakan elemen mental menjadi suatu kesatuan utuh, juga berengaruh dalam proses
mental tinggi seperti analisa dan pertimbangan ( judgement).
Studi Wundt tentang emosi dan feelings menghasilkan
pembagian kutub-kutub emosi ke dalam tiga dimensi :
a) Pleasant vs unpleasant.
b) High vs low arousal,
c) Concentrated vs relaxed attention.
Teori ini dikenal
sebagai the three dimensional theory namun bersifat kontroversial. Ide tentang
abnormalitas kesadaran dari Wundt dibangun melalui diskusi-diskusi dengan
para psikiater terkenal masa itu,
Kretschmer dan Kraepelin. Ide Wundt tentang schizoprenic adalah hilangnya
kontrol appersepsi dan kontrol dalam proses atensi. Akibatnya proses berpikir
hanya bersifat rangkaian asosiasi ide yang tidak terkontrol.
