Jumat, 19 Oktober 2018

Biografi dan Pemikiran Psikolog Wilhem Wundt (1832 – 1920)



Biografi dan Pemikiran Wilhem Wundt / yang dikenal dengan bapak sikologi. Wundt dilahirkan di Neckarau, Baden (sekarang bagian dari Mannheim) pada 16 Agustus 1832, anak keempat dari orangtua Maximilian Wundt (seorang pendeta Lutheran), dan istrinya Marie Frederike, née Arnold (1797–1868). Kakek bapak Wundt adalah Friedrich Peter Wundt (1742–1805), Profesor Geografi dan pendeta di Wieblingen. Ketika Wundt berusia sekitar empat tahun, keluarganya pindah ke Heidelsheim, kemudian sebuah kota kecil abad pertengahan di Baden-Württemberg.
Wundt belajar dari 1851 hingga 1856 di Universitas Tübingen, di Universitas Heidelberg, dan di Universitas Berlin. Setelah lulus sebagai dokter kedokteran dari Heidelberg (1856),

Pemikiran Wilhelm Wundt tentang teori psikologi
·         Aliran Strukturalisme
            Aliran strukturalisme merupakan studi analisis tentang generalisasi pikiran manusia dewasa melalui metode introspeksi. Dalam hal ini psikologi dimaksudkan untuk mempelajari isi (konten) pikiran, sehingga system ini juga disebut dengan psikologi konten. Aliran strukturalisme ini berasal dari pemikiran Wilhem Wundt yang kemudian di Amerika dikembangkan oleh muridnya yang bernama Edward Bradford Tichnerner.
            Psikologi strukturalisme dari Wundt dan Edward memiliki 3 tujuan yaitu:
1. Menggambarkan komponen-komponen kesadaran sebagai elemen-elemen dasar.
2. Menggambarkan kombinasi kesadaran sebagai elemen-elemen dasar tersebut.
3. Menjelaskan hubungan elemen-elemen kesadaran dengan system saraf.
            Strukturalisme pertamakali diperkenalkan oleh Wundt setelah ia melakukan eksperimennya di laboratorium. Menurt aliran Strukturalisme, pengalaman mental yang kompleks sebenarnya adalah struktur yang terdiri atas keadaan-keadaan mental yang sederhana. Orientasi aliran ini adalah menyelidiki struktur kesadaran dan mengembangkan hokum-hukum pembentukannya.
·         Aliran Fungsionalisme
            Aliran ini mempelajari fungsi dan proses mental, bukan hanya mempelajari strukturnya saja. Untuk mempelajari fungsi dan tingkah laku ini, kaum fungsionalis mengembangkan metode eksperimen selain dari metode introspeksi yang seringkali digunakan merkipun mendapat banyak kritik. Metode yang dipakai oleh aliran fungsionalisme ini dikenal dengan nama metode observasi tingkah laku yang terdiri dar dua bagian yaitu metode fisiologi dan metode variasi kondisi.
            Pelopor aliran Fungsionalisme ini bernama William James, yang sering disebut sebagai “Bapak Psikologi Amerika” dan aliran ini lahir di Amerika Serikat. Selain William James ada juga tokoh fungsionalisme yang lain yaitu James Rownland, Angel dan John Dewey. Menurut pandangan mereka pikiran, proses mental, persepsi indrawi, dan emosi adalah sebuah adaptasi organisme biologis. Aliran ini lebih menekankan pada fungsi-fungsi dan bukan hanya fakta-fakta dari fenomena mental, atau berusaha menafsirkan fenomena mental dalam kaitannya dengan peran yang dimainkannya dalam kehidupan. Hal itu bertujuan untuk mempelajari bagaimana pikiran bekerja, sehingga organisme dapat beradaptasi dengan lingkungannya.
Aliran ini sangat mengutamakan penyelidikan tentang struktur kejiwaan manusia dan ia mendapati bahwa jiwa manusia terdiri dari berbagai elemen seperti: penginderaan, perasaan, ingatan, dan sebagainya. Masing-masing elemen itu dikaitkan satu dengan yang lain oleh asosiasi. Oleh karena itu aliran Wundt dinamakan elementisme, strukturalisme, dan juga asosiasionisme.
Wundt mengembangkan perspektif strukturalisme dengan menggunakan metode instrospeksi sebagai sarana psikologisnya. Wundt memperdengarkan suara-suara tertentu kepada subyek di dalam laboratorium dan kemudian subyek melakukan instrospeksi diri. Introspeksi yang berarti mengamati perasaan sendiri, digunakan dalam eksperimen-eksperimen di laboratorium wundt untuk mengetahui ada atau tidaknya perasaan-perasaan tertentu dalam diri orang yang diperiksa. Jadi orang yang diperiksa dapat mengetahui perasaan-perasaan apa yang dapat ditimbulkan dengan eksperimen-eksperimennya. Oleh karena itu banyak yang menujuluki wundt sebagai Psikologi intropeksi.
Wundt juga menemukan suatu proses mental di mana informasi pengalaman baru yang masuk ke otak akan diasimilasikan dan diubah sesuai dengan pengalaman lama yang telah ada di dalam otak, yang dinamakan apersepsi. Orang berbeda bisa saja mengapersepsikan suatu kejadian secara berbeda, tergantung dengan pengalaman masa lalunya.

Wundt membuat karya tulis yang menjadi salah satu yang paling penting dalam sejarah psikologi yang berjudul “Principles of Physiological Psychology” di tahun 1874. Karya tersebut menggunakan sistem dalam psikologi yang berpaya menyelidiki pengalaman langsung dari kesadaran, termasuk perasaan, emosi, gagasan, terutama dijelajahi melalui intropeksi. Pada tahun 1879 Wundt mendirikan laboratorium formal pertama untuk riset psikologi di Universitas Leipzieg, dan menjual riset sikologi pertama ada tahun 1881.
Hasil eksperimen tentang ingatan akan simple ideas menghasilkan jumlah ide sederhana yang dapat disimpan dalam ingatan manusia (mind), fakta bahwa ide yang bermakna akan lebih diingat daripada muncul secara random, serta karateristik dari kesadaran manusia yang bersifat selektif. Konsep penting yang muncul adalah apresiasi. Suatu bentuk operasi mental yang mensintesakan elemen mental menjadi suatu kesatuan utuh, juga berengaruh dalam proses mental tinggi seperti analisa dan pertimbangan ( judgement).
Studi Wundt tentang emosi dan feelings menghasilkan pembagian kutub-kutub emosi ke dalam tiga dimensi :
a) Pleasant vs unpleasant.
b) High vs low arousal,
c) Concentrated vs relaxed attention.
 Teori ini dikenal sebagai the three dimensional theory namun bersifat kontroversial. Ide tentang abnormalitas kesadaran dari Wundt dibangun melalui diskusi-diskusi dengan para  psikiater terkenal masa itu, Kretschmer dan Kraepelin. Ide Wundt tentang schizoprenic adalah hilangnya kontrol appersepsi dan kontrol dalam proses atensi. Akibatnya proses berpikir hanya bersifat rangkaian asosiasi ide yang tidak terkontrol.

3 Alasan kenapa masa muda sulit?

3 Alasan kenapa penyesuaian terhadap masalah-masalah pada masa dewasa dini begitu sulit. Pertama, Sedikit sekali orang muda yang m...