Senin, 26 November 2018

IMAM AL-RAZI 251-313 H/ 865-925 M


            Nama Lengkapnya adalah Abu Bakar Muhammad ibn Zakaria ibn Yahya al-Razi. Di dunia barat dikenal dengan Rhazes. Ia lahir di deket Teheran pada 1Sya’ban 251 H (865 M). Ia hidup pada pemerintahan Dinasti Saman (204-395 H). Pada saat masa mudanya, menjadi tukang intan, penukar uang, dan sebagai pemusik kecapi. Pendek kata, Al-Razi adlah seorang yang ulet dalam bekerja dan belajar, karena tidak heran jika ia tampilmenonjol dibandingkan rekan-rekannya dan angat terkenal sampai dunia barat. Di kota Ray ini ia belajar kedokteran kepada Ali ibn Rabban al-Thabari (192-240 H/808-855M ), belajar ilmu filsafat kepada Al-Balkhi, seorang yang senang mengembara, menguasai filsafat, dan ilmu-ilmu kuno. Ia juga belajar ilmu matematika, astronomi, sastra dan kimia.
            Pada masa Al-Mansyur ibn ishaq ibn Ahmad ibn Asad sebagai gubernur Ray, Al-Razi diserahi kepercayaan memimpin rumah sakit selama enam tahun (290-296 H/902-908 M ). Pada masa itu juga Al-Razi menulis buku al-Thibb al-Mansuri yang dipersembahkan kepada Mansyur ibn Ishaq. Dari Ray kemudian Al-Razi pindah ke Baghdad atas permintaan khalifan Al-Muktafi (289-295H/ 901-908M ) yang berkuasa pada waktu itu, untuk memimpin rumah sakit di Baghdad. Untuk memilih lokasi pendirian bangunan Rumah sakit dibaghdad Al-Razi menaruh potongan-potongan daging di berbagai tempat di Baghdad dan memilih tempat yang paling lama pembusukan daging sebagai tempat pendirian rumah sakit.
            Kemasyuran Al-Razi sebagai dokter tidak saja di Dunia timur tetapi juga di Dunia barat, ia juga dijuluki sebgai The Arabic Galen. Setelah Khalifah Al-Muktafi wafat, Al Razi kembali ke Ray, dan meninggal dunia pada 5 Sya’ban 313 H (27 oktober 925 M) setelah menderita sakit katarak yang tidak mau diobati dengan pertimbagan bahwa sudah cukup melihat dunia dan tidak ingin melihat lagi.
Perbedaan pemikiran tokoh masa itu dengan  Al-Razi yang patut dicatat adalah
1. Abu Hatim Al-Razi (322H/ 933M), lawan palin penting mengingat kepiawaian dalam berdakwah dalam alran Isma’iliyah. Perbedaan pendapatan dengan Al-Razi terutama tentang agama dan kenabian ia tulis dalam buku ‘alam al-Nubuwwah. Menurut Abu Hatim, Al-Rzi lebih mengutamakan filsafat daripada agama yang dianggap sebagai khurafat dan membawa kepada kebodohan dan taqlid.
2. Abu Qosim Al-Balkhi, pimpinan kaum Mu’tazilah Baghdad. Perbedaan terletak pada buku al- ‘Ilm al-Ilahi.
3. Ibn Tammar yang menolak tulisan Al-Razi dalam kitab Al-Thib al-Ruhani.

Karya-Karya Imam Al-Razi

Diperkiarakan karya imam Al-Razi lebih dari 200 buah diantaranya sebagai berikut:
1.      Kitab al-Asrar (bidang kimia, diterjemahkan kedalam bahas alatin oleh Geard of Cremon)
2.      Al-Hawi (Enslikopedia kedokteran abad ke 16 di Eropa dan diterjemahkan ke bahsa Lati tahun 1279 dengan judul Continens)
3.      Al-Mansuri Liber al-Mansoris (bidang kedokteran, 10 jilid)
4.      Kitab al-Judar wa al-Hasbah (tentang analisis penyakit cacar dan campak serta pengobatanya) sedangkan dalam bidang filsafat,
5.      Al-Thibb al-Ruhani
6.      Al-Sirh Al-Falsafiyyah
7.      Amar al-Iqbal al-Dawlah
8.      Kitab al-Ladzdzah
9.      Kitab al-‘Ilm al-Ilahi
10.  Maqalah fi ma ba’d al-Thabi’iyyah dan
11.  Al-Shukuk ‘ala Proclus

Daftar pustaka
Philip K. Haitti, History of the Arabs (London: Macmillan. 1974)
Nasution, Falsafat dan Misticisme, hlm 18,
Nasution, Hasyimsyah. Filsafat Islam. Jakarta: Gaya Media Pratama, 1998.
klik 


#islam
#filsafatislam
#alrazi
#filsafatislamtimur
#timurtengah
#sejarahislam
#peradabanislam
#filsafatalrazi
#pendidikanagamaislam
#filsafatalghazali
#filsafatibnurush
# filsafatalkindi



Pembaca yang baik tinggalkan komentar di kolom bawah ini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

3 Alasan kenapa masa muda sulit?

3 Alasan kenapa penyesuaian terhadap masalah-masalah pada masa dewasa dini begitu sulit. Pertama, Sedikit sekali orang muda yang m...