Senin, 26 November 2018

Biografi Imam Al-Kindi 185 H

Al-Kindi yang dikenal sebagai filusuf muslim keturunan Arab pertama, nama lengkap adalah Abu Yusuf Yakub ibn Ishaq ibn al-Shabbah ibn Imran ibn Muhammad ibn al-Asy’as ibn Qais Al-Kindi. Ia populer dengan sebutan Al-Kindi, yaitu dinisbatkan kepada Kindah, yakin suatu kabilah terkemuka pra Islam yang merupakan cabang dari Bani Kahlan yang menetap di Yaman.
            Ia lahir di Kuffah sekitar 185 H ( 801 M ) dari keluarga kaya dan terhormat. Kakek buyutnya, Al-Asy’as ibn Qois adalah sahabat nabi yang gugur dimedan perang antara kaum muslimin dengan Persiai di Irak dan gugur bersama dengan Sa’ad ibn Abi Waqqas. Sedangkan ayahnya, Ishaq ibn al-Shabbah adalah gubernur Kuffah pada saat pemerintahan Al-Mahdi ( 775-785 M ) dan Al-Rasyid ( 786-809 M ). Ayahnya wafat ketika ia masih anak-anak, namun ia tetap memperoleh ilmu pengetahuan dengan baik di Bushrah dan Baghdad dimana ia dapat bergaul dengan ahli pemikir terkenal.
            Al Kindi hidup pada masa pemerintahan Abbasiyah ( Al Amin 809-813 M ), Al Ma’mun ( 813- 833M ), Al Mu’tashim ( 833-842M ), Al Watsiq ( 842-847 M) dan Al Mutawakkil (847-861M ), masa kejayaan faham Mu’tazilah. Ia diundang khalifah Al-Ma’mun untuk mengajar pada Baitul al-Hikmah dan mengasuh Ahmad, putera Khalifah Al-Mu’tashim. Melalui lembaga Bait al-Hikmah, ia sangat dikenal dan berjasa dalam gerakan penerjemahan dan seorang pelopor yang memperkenalkan tulisan-tulisan Yunani, Suriah dan India ke dalam islam. Dalam buku Thabaqat al-Athibba ( golongan dokter ) karya Ibn Jaljul, bahwa penerjemah dunia islam yang abik ada lima orang, yaitu: Hunain ibn Ishaq, Ya’qub ibn Ishaq, Al Kindi, Tsabit ibn Qurrah, dan Umar ibn Farkhan al-Thabari. Al Kindi banyak menguasai ilmu yang berkembang pada waktu itu di Kuffah dan Baghdad, seperti kedokteran, filsafat, semantik, geomenetri, aljabar, ilmu falak, astronomi, bahkan kemampuan mengubah lagu. klik
            Al Kindi mendapat perhatian banyak filusuf sesudahnya dan sampai saat ini banyak isltilah yang masih dipakai, seperti: “jirm” (tubuh), oleh al Kindi dirubah menjadi “jism”, Istilah “thinah” (materi) manjadi “maddah”, istilah “al-tawahhum” menjadi “al-takhayyul” (imaginasi), istilah “al-tamam” (akhir) menjadi “Al-ghayah”, istilah “al-ghalibiyah” (nafsu birahi) menjadi “al-ghadabiyah”, istilah “al-quniah” (sifat/sikap) menjadi “al-malakah” dan istilah “al-jami’ah” (sillogisme) menjadi al-qiyas.
Sebenarnya, tidak ada kepastian tentang tanggal lahir, kematian, dan siapa-siapa yang pernah menjadi gurunya. L. Massignon mengatakan bahwa Al-Kindi wafat sekitar tahun 246 H/ 860 M. Cnallino menduga tahun 260 H dan T.J. de Boer menyebut 257 H/ 866 M.
Karyanya
Sebagai seorang filusuf beliau sangat produktif, diperkirakan ada 270 buah. Diantaranya:
·         Kitab Al-Kindi ila Al-Mu’tashim Billah fi  al-Falsafah al-Ula ( tentang filsafat pertama)
·         Kitab al-Falsafah al-Dakhilat wa al-Masa’il al-Manthiqiyyah wa al-Muqtashah wa ma Fawqa al-Thabi’iyyah ( tentang filsafat yang diperkenalkan dan masalah-masalah logika dan muskil, serta metafisika)
·         Kitab fi Annahu la Tanalu al-Falsafah illa bi ‘ilm al-Riyadhiyyah (tentang filsafat tidak dapat di capai kecuali dengan ilmu pengetahuan dan matematika )
·         Kitab fi Qashd Aristhathalis fi al-Maqulat (tentang maksud-maksud aristoteles dlam kategori-kategorinya )
·         Kitab fi Ma’iyyah al-“ilm wa Aqsamihi (tentang sifat-sifat ilmu pengetahuan dan klasifikasinya)klik

Daftar pustaka
George N.Atiyeh, Al-kindi: The philoshoper of the arabs. (Rawalpindi:Islamic Research Institute,1996), hlm, 1.
Nasution, Hasyimsyah. Filsafat Islam. Jakarta: Gaya Media Pratama, 1998.


#duniaislam
#islam
#dinastiislam
#kerajaanislam
#peradabanislam
#dinastithahiri
#alkindi
#filsafatislam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

3 Alasan kenapa masa muda sulit?

3 Alasan kenapa penyesuaian terhadap masalah-masalah pada masa dewasa dini begitu sulit. Pertama, Sedikit sekali orang muda yang m...