Sabtu, 23 September 2017

Simponi KEHIDUPAN

             JANGAN MERATAPI NASIB
#bersyukurlah



Sehat, Hidup mapan Serba kecukupan Derajat yang Tinggi itu sebuah keinginan yang Wajar, idaman semua orang, Namun pada kenyataannya mendapatkan itu semua tidak semudah apa yang Kita perkirakan. Buktinya walaupun Pola hidup sehat sudah dijalankan, tetapi yang namannya penyakit terkadang masih juga datang. Sehat memang Segalannya , tetapi kalau sakit, semua tidak ada hargannya.

   Seandainya boleh memilih, Rasanya tidak seorangpun ingin sakit, karena sakit itu mahal dan merugikan banyak orang. Faktor penyebab utama sakit, selain kecelakaan adalah sistem kekebalan tubuh yg terserang.

   Sakit merupakan pengalaman yg subjektif yang sulit dimengerti oleh orang lain, karena Alloh SWT memang meghendaki semua orang untuk sakit. Kalau Alloh SWT sudah menghendaki kita sakit, tidak satupun bisa menolak walaupun itu Dokter. Sebaliknya jika Alloh SWT menghendaki orang sembuh maka tiada yang bisa menghalanginnya. Semua itu sudah Rencana ilahi jadi Kita harus ihlas menghadapinya.

 Demikian juga menjadi Tua adalah hal yang lumrah dan pasti, sedangkan menyikapi proses penuaan secara dewasa adalah pilihan . Karena secanggih alat apapun tidak bisa menghambat proses penuaan. Yakinlah disetiap penuaan dan sakit itu ada hikamah yang Bisa diambil, karena setiap penyakit itu ada obatnya, kecuali penuaan.

Proses penuaan adalah siklus kehidupan normal, jika datang tepat pada waktunya. Namun apabila anda cepat tua dan berpenyakitan apa yang harus dilakukan? ...Anda harus menerima itu, yang mencemaskan adalah apabila Penuaan datang lebih cepat tetapi Anda TIDAK KUNJUNG DEWASA. ini namany Musibah.

Jika anda mengalami Trauma di masa lalu yang mendalam apa yang harus dilakukan?,
Apakah trauma itu harus di jadikan kambing hitam atas kegagalan kita?, Apakah anda harus terikat dengan itu terus?, jika anda belum terlepas dari itu,,, Coba tanyakan diri Anda: " Mau berapa banyak luka yang akan saya biarkan untuk mencurahkan seluruh sisa hidup saya? Siapa yang berkuasa disini,,, DIRI SAYA atau TRAUMA???

Liatlah daun yg jatuh dari pohonnya , sebenarnya dia memberikan kehidupan baru dengan cara menjadi pupuk. Segala sesuatu yang dialam itu memberikan jalan pada kehidupan yang Baru dan menutup yang lama. Satu- satunya yang menghalangi dari masa lalu adalah PIKIRAN KITA  SENDIRI.
   Ingat seorang pemenanglah yang bisa melihat Potensi diri, sementara seorang pecundang hanya sibuk mengingat Masa lalu. Jika kita terus mengingat masa lalu dan tidak melihat masa depan , maka kita tidak mempunyai Hari yang bisa  kita syukuri. Disaat kau sedih dan menderita / putus asa,,,, coba renungkan keadaan sekitar kita.  Barangkali ada yang lebih parah daripada kita.  Sebaikmya jaga diri kita agar tetap tegar dan percaya diri, bisa berfikir positif dan tetap optimis, berjuang terus dan pantang menyerah.

 Jangan pernah menganggap masalah yang kita alami itu masalah yang paling besar , sehinga kita banyak mengorbankan banyak waktu untuk meratapinya. Yakinlah semua orang pernah mendapatkan masalah yang sama. Cuma yang membedakan adalah BAGAIMANA CARA KITA MENYIKAPINYA. Perilaku kita sehari-hari akan menentukan dimana kita berada. Orang yang selalu tertutup dan tidak pernah gembira dalam kehidupannya, maka ia adalah orang yang paling MALANG,  Bukanlah Jabatan tinggi , uang banyak, mobil bagus Rumah mewah, Ganteng, Cantik itu bikin anda Bahagia ???? ,,,,, Tidak
Nyatanya banyak orang yang Stres karena harga, jabatanya malah bikin Kehidupan hancur. Maka syukuri apa yang Abda miliki Dan Bersemangatlah untuk berubah Ke Depan.

  Yang lalu biarlah berlalu , dan jadikan sebagai pengalaman , jangan meratapi nasib. Bagaimanapun diri kita utu tidak penting . Jauh lebih penting adalah bagaimana diri kita di Masa Depan. JIKA ANDA MENGHABISKAN ENERGI UNTUK HAL-HAL YANG SEPELE, MAKA KITA TIDAK AKAN MEMILIKI RUANG UNTUK HAL-HAL YANG PENTING YANG KITA PRIORITASKAN.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

3 Alasan kenapa masa muda sulit?

3 Alasan kenapa penyesuaian terhadap masalah-masalah pada masa dewasa dini begitu sulit. Pertama, Sedikit sekali orang muda yang m...