Minggu, 13 Januari 2019

THARIQAT NAKSABANDIYAH dan POKOK AJARAN


Thariqat Naksyabandiyah didirikan oleh Muhammad bin muhammad bahaud din Al-Uwaisi Al-Bukhari Naksabandi (717-791 H)/ (1318-1389 M) di Yaman. Thariqat Naksyabandi sebelumnya disebut thariqat Khawajangan.
Ajaran thariqat Naksyabanditah
1 . Husy Dar Dum
            (Pemeliharaan masuk keluarnya nafas) dari kelparan kepada Alloh SWT sehingga Salik (pengikut aliran thariqat) selalu hadir dan ingat kepada Alloh SWT dalam setiap tarikan dan hembusan nafasnya. Bagi Thariqat Naksabandi “Masuk Nafas itu adalah Hidup” berhubungan dengan Alloh SWT dan “Keluarnya nafas itu adalah Mati” atau berpisah dengan Alloh SWT.
2. Nazar  Bart Qadam
            Setiap salik memperlihatkan langkah dirinya apabila berjalan ia melihat ke tempat kakinya melangkah dan apabila duduk ia melihat pada dua tangannya, ia tidak boleh memerluas pandangannya, karfena di khawatirkan dapat membuat hatinya timbang dalam mengingat Alloh SWT.
3. Safar Dar Wathan
            Perpindahan dari sifat kemanusiaan yang kotor dan rendah kepada sifat-sifat kemalaikatan yang bersih dan suci, karena itu setiap salik harus mengkontrol hatinya agar hati tidak ada rasa cinta kepada makhluk.
4. Khalwat Dar An Juman
Setiap salik harus selalu menghadirkan hati kepada Alloh SWT dalam segala keadaan.
5. Yad Kard
Selalumengulangi zikir kepada Alloh SWT dengan cara
a.       Zikir Azma/ Zat (Zikir yang menyebut lafal Alloh SWT)
b.      Zikir Nafi (Zikir yang menyebut LAILAAHA) dan
c.       Zikir Itsbat (Zikir yang menyebut ILLA ALLOH)
6. ILAHI ANTA MAQSUDI WARIDHAKA MATHLUBI
            Wahai tuhanku engkaulah zat yang dituju dengan keridhaanMu merupakan tuntunanku dengan demikian Salik akan fana terhadap makhluk.
7. Nigah DAST
            Murid harus memperilhara hatinya dan kemasukan segala sesuatu yang dapat menggoda dan mengganggunya walaupun hanya sekejap.
8. Yad Dast
            Pemusatan perhatiannya pada musyahadah. Meyakinkan keindahan, kesabaran dan kemuliaan Alooh SWT terhadap Nur Zat Ahdiyah (cahaya zat Yang Maha Esa) tanpa disertai kata-kata, keadaan ini baru dapat dicapai Salik setelah mengalami Fana dan Baqa yang sempurna.  
 Dasar ajaran 8 itu oleh Naksabandiah ditambah 3 dasar lagi:
1 . WUQUF ZAMANI
            Control yang dilakukan salik tentang ingat dan tidaknya ia kepada Alloh SWT setiap dua atau tiga jam. Jika berada dalam keadaan ingat maka ia harus bersyukur dan jika tidak ia harus meminta ampun kepada Alloh SWT pada waktu tersebut dan kembali mengingat Alloh SWT.
2. WUQUF ABADI
Memelihara bilangan ganjil daklam meyelesaikan zikir Nafi-Itsbat dengan lafal (LAAILAAHA ILLALLAH)
3. WUQUF QOLBI
            Keadaan hati seorang salik harus hadir bersama Alloh SWT. Pikiran yang ada terlebih dahulu harus dihilangkan dari segala perasaan kemudian dikumpulkan segenap tenaga dan Panca Indra untuk melakukan Tawajuh dengan mata hati yang hakiki untuk menyelami ma’rifat Tuhanya, sehingga tidak ada peluang sedikitpun dalam hatinya yang ditujukan kepada selain Alloh SWT.
Hal-hal yang pokok dalam ajaran Thariqat Naqsabandiyah
1.      Tobat
2.      ‘Uzlah
3.      Zuhud
4.      Taqwa
5.      Kana’ah
6.      Taslim/ berserah diri
Rukun Thariqat Naqsabandiyah
1.      Ilmu (Berilmu pengetahuan tentang segala yang berhubungan dengan Agama)
2.      Hilman (Penyantun, Laang Hati, tidak mudah marah)
3.      Sabar (atas segala cobaan dan musibah)
4.      Redha (terhadap segala sesuatu yang ditaqdirkan oleh Alloh SWT)
5.      Ikhlas (segala amal dilakukan karena Alloh SWT)
6.      Berakhlak Baik
Pegangan Thariqat Naksabandiyah
1.      MA’RIFAT kepada Alloh SWT (mengenal Alloh SWT dengan sifatnya)
2.      YAQIN
3.      SAKHA (pemurah, sehingga batinya suka memberi separo hartanya dijalan Alloh SWT)
4.      SHIDIQ (benar dalam perkataan dan perbuatan)
5.      SYUKUR (selalu berterima kasih kepada alloh dalam segala keadaan)
6.      Mengerjakan perbuatan yang baik dan menjauhi segala yang dilarang
Kewajiban Thariqat Naksabandiyah
1.      Zikir kepada Alloh SWT
2.      Meninggalkan kehendak hawa nafsu yang menginginkan sesuatu
3.      Meninggalkan segala perhiasan dunia dalam bentuk apapun
4.      Melakukan ajaran agama dengan sungguh-sungguh
5.      Ihsan kepada semua makhluk
6.      Melakukan perbuatan baik dan meninggalkan hal-hal jahat.



Daftar pustaka
Dari berbagai sumber dan dirangkum








Tidak ada komentar:

Posting Komentar

3 Alasan kenapa masa muda sulit?

3 Alasan kenapa penyesuaian terhadap masalah-masalah pada masa dewasa dini begitu sulit. Pertama, Sedikit sekali orang muda yang m...